Berbicara Tentang Jama’ah?
Posted by aabibun on 19 March 2009
Bismillah
Akan dikutip bagian dari sebuah ceramah oleh Syaikh Abdul Wahab Al-Washaby Al-Yamani, ketika Beliau menyampaikan ceramah di Ma’had Darul Hadist di Dammaj.
Berikut adalah kutipan salah satu bagian ceramah Beliau.
‘Janganlah Peduli terhadap Ucapan Orang: “Kami Tidak Suka Berbicara tentang Jama’ah-jama’ah”
Orang yang menyatakan demikian adalah orang jahil, memang kita tidak menginginkan pembicaraan tentang jama’ah-jama’ah keluar dari orang awam atau orang yang baru menuntut ilmu. Adapun bila yang berbicara itu adalah orang ‘alim yang ilmunya luas dan Allah ta’ala telah memberikannya ilmu, tentu akan menjadi nasihat yang berbobot. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam:
“Agama adalah nasihat, Kami mengatakan: bagi siapa? Rasulullah menjawab: Bagi Allah, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, dan bagi pemimpin Islam serta seluruh kaum muslimin.” (HR. Muslim dari Tamim Ad-Daari)
Termasuk dalam bab At-Ta’ali (keangkuhan) apabila dia sebagai murid lantang berbicara tentang fulan atau jama’ah tertentu (sebelum syaikhnya bicara), apakah dia sebagai murid Syaikh Muqbil atau Syaikh Al-Albani atau Syaikh Fauzan.
Berbeda dengan para ulama, karena mereka berbicara dengan dasar ilmu dan dalam rangka menasihati umat dan memperingatkan manusia dari kesalahan-kesalahan.
Adapun kamu sebagai penuntut ilmu yang baru mulai belajar atau orang awam, hendaklah kamu menjauh darinya, karena terkadang pembicaraanmu mengakibatkan timbulnya masalah-masalah dan kerusakan.
Dikutip dari buku “20 Mutiara Ilmu Bagi Penuntut Ilmu & Dai Ilallah” yang diterbitkan oleh Al-Atsary


